Saya dengan sukacitanya ingin berkongsi dengan anda sesuatu yang mungkin boleh menjadi panduan hidup terutama bagi mereka yang mencari-cari bahagia dalam hidup.Ada orang yang merasa bahagia dengan wang ringgit yang menimbun,harta yang banyak,suami yang hensem,kalau tak hensem pun tak pe janji kaya raya..macam-macam ade le..tapi kadang-kadang kita terlupa..atau saya yang sering terlupa tentang hakikat hidup bahagia yang sebenarnye.Melalui pengetahuan yang sya baca dari sebuah buku yang bertajuk Resep Hidup Bahagia..bukan saya salah eja tapi memang tajuk dia Resep,bukan resepi..penulisnya ialah Syekh 'Abdu-r Rahman bin Nashir as-Sa'di,diterjemahkan oleh Rahmat al-Arifin Muhammad bin Ma'ruf.Buku ini diberi oleh emak saya yang pulang dari haji pada tahun 2004.Lama dah..tapi saya berharap semoga dengan ini sedikit-sebanyak dapat memberi manfaat kepada kita .
Antara yang dinyatakan adalah:
1. Beriman dan beramal soleh dengan sebenarnya
"Barangsiapa melakukan amal soleh,baik lelaki mahupun perempuan,dalam keadaan beriman,maka sesungguhnya akan Kami kurniakan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."(Surah An-Nahl:97)
Sebenarnya melalui kebaikan yang kita berikan kepada orang lain ia memberi kebaikan kepada diri kita sendiri.Apabila kita sentiasa mengharapkan perkara yang baik dari ALLAH dengan ihklas maka ALLAH akan memudahkan kita untuk berperilaku baik dan ALLAH menangkis segala cubaan berat bagi kita,Insya-ALLAH..
3. Menyibukkan Diri Dengan Pekerjaan dan Mencari Ilmu Yang Bermanfaat
Diantara saranan untuk menangkis kegelisahan yang ditimbulkan oleh ketegangan saraf dan kekalutan hati kerana hal yang mengeruhkan fikiran adalah sentiasa menyibukkan diri dengan melakukan suatu pekerjaan atau mengkaji ilmu yang bermanfaat.Jika pekerjaan itu berupa ibadah,maka semestinya ia dilakukan dengan niat untuk beribadat,jika pekerjaan itu berupa kesibukan kerja bersifat duniawi,maka ia dilakukan dengan niat yang benar dan bertujuan agar pekerjaan itu menjadi jalan untuk mentaati ALLAH.Ini adalah cara yang efektif untuk menangkis kegelisahan hati,kesedihan dan kesusahan.Insya-ALLAH..
4. Konsentrasi untuk Menghadapi Hari Ini
Cubalah menetapkan pemikiran sepenuhnya untuk memberikan sepenuh perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapi dan berhenti daripada terlalu memikirkan perkara yang jauh mendatang atau perkara yang telah berlalu dan telah berlaku.Kerana itulah Rasullullah berlindung kepada ALLAH dari al-hamm (kegundahan) dan al-huzn (kesedihan).Al-hamm adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khuatir terhadap suatu hal yang mungkin terjadi pada masa akan datang.Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah berlalu yang tidak mungkin berulang.Sabda Rasullullah SAW:
"Berupaya keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah.Jika kamu tertimpa sesuatu,janganlah kamu berkata:Andaikan aku berbuat demikian tentu akan terjadi demikian dan demikian.Akan tetapi katakanlah:Allah telah mentaqdirkan ini,Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya.Kerana perkataan "Andaikan" membukakan pintu perbuatan syaitan.(Hadis Riwayat Muslim dan Shahihnya).
5. Memperbanyakkan Zikir Kepada Allah
Ini adalah salah satu cara yang paling mujarab untuk melapangkan hati dan ketenteraman jiwa.Firman ALLAH:
"Ingatlah,hanya dengan berzikir kepada ALLAH,hati menjadi tenteram"(Surah Ar-Ra'd:28)
Maka berzikirlah kepada ALLAH,disamping kita akan mendapat balasan pahala lantaran zikir itu sendiri.
6. Mensyukuri Nikmat ALLAH
Syukur itu adalah peringkat paling tinggi dan paling luhur bagi seorang hamba yang beriman.Ketika kita ditimpa kesusahan seperti kemiskinan atau penyakit atau dugaan lain yang lebih berat,haruslah diingati perkara lain yang menjadi nikmat dalam hidup kita yang dikurniakan ALLAH seperti masih mampu menikmati udara,nikmat pancaindera seperti melihat,mendengar,merasa dan bercakap serta banyak lagi nikmat ALLAH yang tidak terhitung.Apabila kita merasa bersyukur,segala dugaan yang menimpa menjadi perkara kecil yang tidak dapat dibandingkan dengan nikmat ALLAH yang masih kita kecapi.Sekiranya kita bersabar,redha dan pasrah dengan dugaan tersebut sudah tentu pahala yang berlipat ganda akan diperolehi.Dengan itu,manisnya pahala disebalik dugaan itu akan menbuatkan kita terlupa akan pahitnya bersabar kerana dugaan.
7.Pandanglah Ke Bawah-Kita akan Melihat Besarnya Nikmat ALLAHSebabnya jelas,kerana orang-orang yang beriman kepada ALLAH dengan iman yang benar akan melakuakan amal soleh yang mampu memperbaiki hati,akhlak,urusan duniawi dan ukhrawi.Mereka menyenangi ujian yang datang dan merasa bersyukur kerana percaya semua yang berlaku adalah atas kehendak ALLAH semata-mata.
Sabda Rasullullah SAW :
"Sungguh mengagumkam perihal mu'min,semua hal yang dialaminya adalah baik.Jika ia mendapat hal yang menyenangkan,ia bersyukur,maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya.Jika ia tertimpa hal yang menyakitkan,ia bersabar,maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya.Sifat itu tidak dimiliki sesiapapun kecuali oelh seorang mu'min."(Imam Ahmad bin Hanbal)
2. Berperilaku Baik Melalui Ucapan,Perbuatan dan Segala Bentuk al-Ma'ruf (Kebajikan)
"Tidak ada kebaikan dari banyak perbicaraan rahsia mereka,kecuali perbicaraan rahsia dari orang yang menyuruh orang bersedekah atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia.Barangsiapa berbuat demikian kerana mencari keredhaan ALLAH,maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar" (Surah An-Nisa:114)Sabda Rasullullah SAW :
"Sungguh mengagumkam perihal mu'min,semua hal yang dialaminya adalah baik.Jika ia mendapat hal yang menyenangkan,ia bersyukur,maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya.Jika ia tertimpa hal yang menyakitkan,ia bersabar,maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya.Sifat itu tidak dimiliki sesiapapun kecuali oelh seorang mu'min."(Imam Ahmad bin Hanbal)
2. Berperilaku Baik Melalui Ucapan,Perbuatan dan Segala Bentuk al-Ma'ruf (Kebajikan)
Sebenarnya melalui kebaikan yang kita berikan kepada orang lain ia memberi kebaikan kepada diri kita sendiri.Apabila kita sentiasa mengharapkan perkara yang baik dari ALLAH dengan ihklas maka ALLAH akan memudahkan kita untuk berperilaku baik dan ALLAH menangkis segala cubaan berat bagi kita,Insya-ALLAH..
3. Menyibukkan Diri Dengan Pekerjaan dan Mencari Ilmu Yang Bermanfaat
Diantara saranan untuk menangkis kegelisahan yang ditimbulkan oleh ketegangan saraf dan kekalutan hati kerana hal yang mengeruhkan fikiran adalah sentiasa menyibukkan diri dengan melakukan suatu pekerjaan atau mengkaji ilmu yang bermanfaat.Jika pekerjaan itu berupa ibadah,maka semestinya ia dilakukan dengan niat untuk beribadat,jika pekerjaan itu berupa kesibukan kerja bersifat duniawi,maka ia dilakukan dengan niat yang benar dan bertujuan agar pekerjaan itu menjadi jalan untuk mentaati ALLAH.Ini adalah cara yang efektif untuk menangkis kegelisahan hati,kesedihan dan kesusahan.Insya-ALLAH..
4. Konsentrasi untuk Menghadapi Hari Ini
Cubalah menetapkan pemikiran sepenuhnya untuk memberikan sepenuh perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapi dan berhenti daripada terlalu memikirkan perkara yang jauh mendatang atau perkara yang telah berlalu dan telah berlaku.Kerana itulah Rasullullah berlindung kepada ALLAH dari al-hamm (kegundahan) dan al-huzn (kesedihan).Al-hamm adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khuatir terhadap suatu hal yang mungkin terjadi pada masa akan datang.Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah berlalu yang tidak mungkin berulang.Sabda Rasullullah SAW:
"Berupaya keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah.Jika kamu tertimpa sesuatu,janganlah kamu berkata:Andaikan aku berbuat demikian tentu akan terjadi demikian dan demikian.Akan tetapi katakanlah:Allah telah mentaqdirkan ini,Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya.Kerana perkataan "Andaikan" membukakan pintu perbuatan syaitan.(Hadis Riwayat Muslim dan Shahihnya).
5. Memperbanyakkan Zikir Kepada Allah
Ini adalah salah satu cara yang paling mujarab untuk melapangkan hati dan ketenteraman jiwa.Firman ALLAH:
"Ingatlah,hanya dengan berzikir kepada ALLAH,hati menjadi tenteram"(Surah Ar-Ra'd:28)
Maka berzikirlah kepada ALLAH,disamping kita akan mendapat balasan pahala lantaran zikir itu sendiri.
6. Mensyukuri Nikmat ALLAH
Syukur itu adalah peringkat paling tinggi dan paling luhur bagi seorang hamba yang beriman.Ketika kita ditimpa kesusahan seperti kemiskinan atau penyakit atau dugaan lain yang lebih berat,haruslah diingati perkara lain yang menjadi nikmat dalam hidup kita yang dikurniakan ALLAH seperti masih mampu menikmati udara,nikmat pancaindera seperti melihat,mendengar,merasa dan bercakap serta banyak lagi nikmat ALLAH yang tidak terhitung.Apabila kita merasa bersyukur,segala dugaan yang menimpa menjadi perkara kecil yang tidak dapat dibandingkan dengan nikmat ALLAH yang masih kita kecapi.Sekiranya kita bersabar,redha dan pasrah dengan dugaan tersebut sudah tentu pahala yang berlipat ganda akan diperolehi.Dengan itu,manisnya pahala disebalik dugaan itu akan menbuatkan kita terlupa akan pahitnya bersabar kerana dugaan.
Sabda Rasullullah SAW: "Pandanglah orang yang lebih bawah darimu(dalam hal material) dan jangan kamu pandang orang yang lebih atas darimu.Hal itu lebih elok bagimu,agar kamu tidak merendahkan nikmat ALLAH yang dikurniakan kepadamu" (Riwayat Bukhari)
Seorang hamba jika menghayati ajaran nabawi yang agung ini,maka ia akan melihat betapa kita sebenarnya mengungguli orang lain dalam hal kesejahteraan dan rezeki serta nikmat lain yang masih dimiliki.Setiap kali seorang hamba merenungi nikmat-nikmat ALLAH yang dzahir ataupun yang batin,baik dari segi duniawi atau ukhrawi,ia akan melihat betapa besarnya nikmat yang dikurniakan ALLAH dan ini dapat menjadikan kita lebih tenang menghadapi dugaan dengan berlapang dada dan berfikiran terbuka.
8. Melupakan Perkara Pahit yang Telah Berlaku
Mengenang perkara pahit yang telah berlaku dan tidak dapat diulang semula sehingga menyempitkan pemikiran dan menyakitkan hati adalah perkara yang sia-sia.Sedangkan apa yang sewajarnya dilakukan adalah bertawakal kepada ALLAH dan meyerahkan segala urusan takdir kepada-Nya,sebagai hamba-Nya kita hanya berusaha ,berdoa dan bertawakal.Berusaha untuk tidak mengulangi kesilapan yang telah berlaku,berdoa kepada ALLAH semoga kehidupan didunia diberkati dan kehidupan diakhirat dirahmati serta bertawakal sepenuhnya terhadap segala qada' dan qadar.Penyerahan diri sepenuhnya kepada ALLAH akan menjadikan kita lebih tenang dan tenteram.


No comments:
Post a Comment